Menumbuhkan Asa Pariwisata Desa Melalui Pengabdian: Dosen UBB Dampingi Pokdarwis Pelepak Pute Menjadi Pemandu Wisata yang Profesional
Belitung – Suasana Balai Desa Pelepak Pute, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, tampak lebih semarak daripada biasanya. Selama dua hari, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Serumpun Serantai berkumpul bukan sekadar mengikuti pelatihan, melainkan menumbuhkan harapan baru bagi masa depan pariwisata desa mereka.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema, tim dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) hadir untuk berbagi ilmu sekaligus membangun kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola potensi wisata yang dimiliki Desa Pelepak Pute.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Program Studi Sastra Inggris. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pengalaman belajar yang dirancang secara bertahap. Hari pertama difokuskan pada penguatan pemahaman teoretis mengenai peran pemandu wisata, teknik komunikasi, pelayanan prima, strategi membangun pengalaman wisata yang berkesan, hingga cara mempromosikan destinasi secara efektif. Sementara itu, pada hari kedua, seluruh peserta diajak langsung mempraktikkan materi di lapangan melalui simulasi menjadi pemandu wisata pada sejumlah titik wisata yang ada di Desa Pelepak Pute.
Ketua tim pengabdi, I Nyoman P. Darmawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kami sebagai dosen kepada masyarakat. Kami melihat Desa Pelepak Pute memiliki potensi wisata yang sangat besar. Alamnya indah, masyarakatnya ramah, dan budayanya menarik. Namun, potensi tersebut masih perlu diperkuat, terutama dalam hal pengelolaan dan strategi promosi agar semakin dikenal oleh wisatawan," ujar Koord. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut.
Menurutnya, keberadaan pemandu wisata yang kompeten menjadi salah satu ujung tombak dalam membangun citra positif sebuah destinasi. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi, menyampaikan cerita, melayani wisatawan, hingga memanfaatkan media digital menjadi keterampilan yang perlu terus dikembangkan oleh para pelaku wisata desa.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi yang hidup, tanya jawab yang interaktif, hingga praktik langsung di lapangan menunjukkan besarnya semangat masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan sektor pariwisata desa.
Kepala Desa Pelepak Pute, Erdiansah, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh tim dosen UBB. Menurutnya, pelatihan seperti ini memberikan bekal yang sangat dibutuhkan oleh Pokdarwis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
"Kegiatan semacam ini sangat bermanfaat bagi Pokdarwis kami. Materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan potensi wisata Desa Pelepak Pute agar semakin dikenal oleh wisatawan," katanya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh salah seorang peserta, Rendy, yang mengaku memperoleh banyak wawasan baru selama mengikuti pelatihan.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan pada tahun-tahun berikutnya. Ilmu yang kami peroleh sangat bermanfaat, terutama dalam meningkatkan kemampuan kami sebagai pemandu wisata sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para wisatawan," ungkapnya.
Sementara itu, anggota tim pengabdi, Muhammad Rozani, berharap ilmu yang telah dibagikan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas kepariwisataan di Desa Pelepak Pute.
"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung bagi pokdarwis. Semoga seluruh materi yang telah dipelajari dapat diimplementasikan dengan baik sehingga sektor pariwisata Desa Pelepak Pute semakin berkembang, memberikan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," tutur Koord. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia tersebut.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan pengabdian ini menjadi ruang bertemunya ilmu pengetahuan dengan semangat masyarakat untuk terus berkembang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan inovasi serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia di desa wisata.
Dengan bekal pengetahuan, praktik lapangan, dan semangat kebersamaan yang terbangun selama dua hari kegiatan, Desa Pelepak Pute kini memiliki langkah baru untuk terus berbenah. Sebab, pariwisata yang berkembang bukan hanya tentang indahnya alam, tetapi juga tentang cerita yang mampu disampaikan dengan baik, pelayanan yang tulus, serta masyarakat yang percaya diri menjadi tuan rumah bagi setiap wisatawan yang datang.